Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Please Support Us

Cara Mudah Memahami Fungsi dan Peran Filter Aquarium


Cara Mudah Memahami Fungsi dan Peran Filter Aquarium

Hai koi lovers dimanapun teman teman berada, pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi informasi dan cara membuat filter untuk aquarium (akuarium).

Sebelum masuk jauh melangkah, saya ulas dulu pengantar tentang Filter, apa itu pengertian filter, apa fungsi dan peran filter, apa saja jenis filter?

Yuk kita simak bersama penjelasan berikut ini.

Pengertian Filter

Filter aquarium adalah suatu alat yang dibuat dan difungsikan untuk mengubah kotoran ikan menjadi amoniak, kemudian amoniak diubah menjadi nitrit, terus mengubah nitrit menjadi nitrat, yang pada akhir nya akan menjaga air aquarium tetap bersih baik dari kotoran padat maupun kotoran yang terlarut. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa filter aquarium memiliki fungsi dan peran yang sangat penting.

Fungsi dan Peran Filter bagi Aquarium

Tentunya tidak sembarangan kita melakukan eksperimen atau percobaan untuk membuat filter filteran untuk dipasang di aquarium. Kalau kita tidak mau ikan kesayangan kita tewas mengenaskan, kita harus mengetahui fungsi dan peran dari filter yang ada di aquarium.
Fungsi dan peran dari filter yang di letakkan di dalam aquarium adalah sebagai berikut:

  • Mengubah kotoran ikan menjadi amoniak, kemudian amoniak diubah menjadi nitrit, terus mengubah nitrit menjadi nitrat langsung dilakukan di dalam aquarium
  • Menjaga air tetap bersih dan jernih dari kotoran yang padat maupun kotoran yang terlarut
  • Mengurangi intensitas seringnya mengganti air
  • Menjaga kaca aquarium untuk tidak cepat berkerak dan mudah pecah
  • Menjaga kesehatan ikan dan tanaman mikro di air
  • Menambah kadar oksigen terlarut dalam air
  • Membentuk rumah bakteri baik yang akan mengubah nitrit menjadi nitrat


Jenis Filter Aquarium

Teman teman bisa menggunakan beberapa alternatif filter sesuai dengan fungsi dan peran nya, nah berdasarkan fungsi dan peran filter bagi aquarium dapat dibagi dalam beberapa kategori diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Filter Internal (Filter Dalam)

Filter yang saya share ini adalah cocok untuk difungsikan sebagai filter internal. Pengertian filter internal adalah filter akuarium yang dicelupkan ke dalam akuarium. Biasanya filter internal aquarium itu mudah dipasang, hemat listrik, dan aliran air yang lebih kencang karena langsung dari sirkulasi air di dalam tempat yang sama. Filter aquarium internal ini diletakkan di dalam air aquarium nya langsung. Cara kerja filter internal ini biasanya menggunakan metode penyaringan mekanis dan biologis saja yaitu dengan menggunakan jaring bekas bungkus buah buahan didalamnya. Penyaringan biologis pada sistem filter internal ini dilakukan oleh bakteri bakteri pengurai yang akan tumbuh pada rongga rongga media filter berupa jaring bekas buah buahan.

Kelebihan Filter Internal:

Filter internal akan menghasilkan semburan air yang kuat sehingga dapat meningkatkan oksigen terlarut dalam air


Kekurangan Filter Internal:

Filter internal tidak bisa diterapkan untuk ikan ikan dengan ukuran kecil ataupun untuk pembenihan karena ikan kecil akan tersedot ke dalam filter internal.
Kotoran akan cepat penuh di dalam filter internal sehingga media filter harus sering dibersihkan.
Air akan cepat berubah warna menjadi kekuningan atau kecoklatan karena proses perubahan amoniak menjadi nitrit dilakukan di dalam media yang sama dengan ikannya dan tidak adanya proses kimiawi seperti pada media filter karbon aktif. Pemberian pakan atau pellet yang berlebihan juga bisa mengakibatkan hal hal demikian, untuk itu teman teman harus mana pellet yang kebanyakan sering mengakibatkan air keruh, mana yang tidak, teman teman bisa baca di postingan saya dengan judul perbandingan penggunaan pellet ikan koi atau bisa klik disini.

2. Filter Eksternal (Filter Luar)

Filter eksternal adalah filter yang penempatan nya ditaruh di luar (eksternal) dari aquarium, jadi tidak masuk ke dalam aquarium, sehingga ada penghubung antara filter eksternal dan aquarium, biasanya dalam konteks ini memakai penghubung pompa, pipa atau selang sesuai dengan kapasitas pompa. Filter eksternal dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan fungsinya, antara lain sebagai berikut:

A. Hang On Filter (Filter Menggantung)

Hang On Filter ini diletakkan menggantung pada sisi aquarium, biasanya diletakkan pada sisi belakang aquarium, atau dalam kata lain hang on filter ini adalah filter portable, sangat mudah di bongkar pasang. Umumnya dipakai untuk aquarium - aquarium kecil dan untuk aquarium aquascape karena filter jenis ini mempunyai daya semburan yang rendah dan kapasitas media filter yang terbatas.
Terkait sistem penyaringan jenis hang on filter yaitu secara mekanis, biologis, dan kimiawi karena tidak bercampur dengan air di dalam aquarium.

B. Sponge Filter (Filter Spon)

Filter Spon ini menggunakan spon saja sebagai penyaringan sehingga dinamakan sebagai sponge filter, penamaan yang mengambil dari media filter yang digunakan. Spon identik dengan sistem filtrasi yang menggunakan metode mekanis yaitu penyaringan kotoran padat dan halus untuk diproses secara biologis melalui penguraian oleh bakteri yang berkoloni di dalam rongga rongga spon.

C. Filter Atas (Top Filter)

Filter Atas ini merupakan filter default untuk jenis aquarium ikan kecil maksimal 30cm sehingga menjadikan filter yang paling terkenal di Indonesia. Filter Atas ini menggunakan pompa air yang diletakkan di dalam aquarium yang fungsinya untuk menarik air dari dalam aquarium sekaligus untuk mengalirkan air ke dalam box filter yang diletakkan diatas aquarium dan selanjutnya air akan jatuh dan kembali ke dalam aquarium dengan output air terjun. Hasil filtrasi menggunakan filter atas ini sangat bagus karena filter atas ini sudah menggunakan 3 sistem filtrasi yang baik yaitu:


  • sistem filtrasi mekanis dengan media busa kasar dicampur busa halus
  • sistem filtrasi biologis dilakukan oleh bakteri baik yang tinggal di rongga - rongga spon, busa atau bioball
  • sistem filtrasi kimiawi dengan menggunakan media filter karbon aktif dan batu zeolit


Pemilihan Media Filter

Setelah memahami tentang pengertian filter, jenis filter, fungsi dan peran filter bagi aquarium dan ikannya itu sendiri, kita sampai pada tahapan belajar dan berbagi paling akhir tentang filter yaitu bagaimana kita memilih dan menentukan media filter yang pas buat aquarium dan ikan kesayangan kita. Pada pembahasan sebelumnya sudah saya singgung sedikit tentang media filter yang baik untuk digunakan. Dari pengalaman saya memelihara ikan di aquarium, berikut ini saya share media filter yang baik secara alami dan murah meriah:


  • busa, sebaiknya tidak menggunakan busa, baik busa kasar maupun busa halus, kebanyakan busa yang beredar di pasar adalah busa warna putih untuk busa halus dan busa warna hijau untuk busa jenis kasar. Karena busa ini tidak bisa menyaring kotoran yang halus jadi semua kotoran ditampung oleh busa ini sehingga menjadi cepat penuh box filter nya.
  • spon, sama dengan busa sebaiknya tidak digunakan, hanya saja sifat nya memantulkan air, sehingga tidak cocok untuk menjadi media filter internal kecuali diberikan pemberat yang cukup bisa menenggelamkan filter internal.
  • karbon aktif, jika menggunakan filter eksternal, bagus juga digunakan, tetapi karbon aktif mempunyai masa manfaat, tidak bisa selamanya dipakai, masa manfaat tersebut berkisar antara 3 - 5 bulan pemakaian saja.
  • batu zeolit, dia berfungsi sebagai rumah bakteri dan bisa digunakan untuk filter internal dan eksternal. Lebih baik untuk filter eksternal dengan diberikan bakteri starter pada saat awal penempatan batu zeolit. Batu zeolit tidak seperti busa, spon, dan bioball yang mudah ditemui di setiap penjual peralatan aquarium dan ikan hias, tidak semua memiliki koleksi batu zeolit.
  • bioball, banyak dijumpai di toko ikan hias dan peralatan aquarium, merupakan media filter yang sangat populer di Indonesia. Media Filter ini dipakai dari aquarium sampai kolam besar, tentu karena fungsi dan peran nya yang cukup bisa diandalkan untuk filtrasi biologis sebagai rumah bakteri sekaligus sebagai filtrasi mekanis untuk menyaring kotoran padat dan hanya meloloskan kotoran halus saja.
  • bioring, seperti bioball, banyak dijumpai di toko ikan hias dan peralatan aquarium, merupakan media filter yang sangat populer di Indonesia. Media Filter ini dipakai di aquarium saja. Berfungsi menjadi rumah bakteri baik. Bisa mengubah air kecoklatan menjadi bening dari zat yang dikandungnya sehingga hanya cocok untuk filter eksternal. Selain itu bioring juga mempunyai masa manfaat 3 - 5 bulan saja.


Oiya saya sudah membuat video tentang Filter Gantung, Atas, Eksternal di Youtube Channel KiGoi, cek ke TKP dengan klik icon berikut ini ya, dijamin GRATIS TIS



Penutup

Jika teman teman adalah termasuk kategori orang yang suka nyari gratisan dan murah meriah, maka saya sarankan memakai filter internal dengan kelebihan dan kekurangan sebagaimana diatas dengan dipadukan dengan filter eksternal yang memiliki daya tampung minimal 30% dari kapasitas air aquarium utama. Jika teman teman ingin tahu rahasia nya kolam ikan koi bisa cling sebening kristal (#lebay), teman teman bisa klik disini.

semoga bermanfaat
enjoy sharing
Koi untuk Persahabatan
Salam,
KiGoi: ada koi, ada kopi

Post a Comment for "Cara Mudah Memahami Fungsi dan Peran Filter Aquarium"

Berlangganan via Email