Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Please Support Us

Standard Operating Procedures (SOP) Karantina Ikan Koi by KiGoi


Standard Operating Procedures (SOP) Karantina Ikan Koi by KiGoi

Biasanya kebanyakan teman-teman Koi Lovers melakukan karantina ikan adalah ketika ikan koi kesayangan kita sedang sakit. Betul, ikan koi yang sedang sakit, wajib hukumnya untuk diangkat dari kolam dan ditaruh di tempat tertentu yang NYAMAN untuk kemudian dilakukan treatment perawatan tertentu sesuai dengan penyakit nya seperti apa.

Terus...yang menjadi pertanyaan, Apakah karantina hanya untuk ikan yang sakit saja?
Jawabnya adalah TIDAK, ikan wajib di karantina ketika:
  • Sakit ?
  • Baru beli ?
  • Baru ikut kontes/show ?
  • Persiapan dijual (pindah lokasi) ?
  • Sesi pemotretan ?

Jika sebelumnya teman-teman masih belum tahu, apakah karantina hanya untuk ikan yang sakit? Bisa simak disini penjelasannya (klik disini)

Sekarang waktunya kita bahas tentang bagaimana sih cara karantina yang benar? Ini kita bahas bagaimana prosedur karantina yang tepat untuk mencapai tujuan tertentu. Kenapa saya sebut tujuan tertentu, karena maksud karantina bermacam-macam antara lain:
  • Kondisi ikan sakit: tujuan nya untuk menyembuhkan ikan yang lagi sakit sehingga wajib di karantina
  • Kondisi ikan baru datang dari beli di luar kota: tujuannya untuk mengembalikan kondisi dan stamina ikan yang stress di jalan, mengajari ikan beradaptasi dengan lingkungan yang baru termasuk komposisi air yang akan dipakai di kolam.
  • Kondisi ikan baru datang dari turun kontes/show: tujuannya untuk mengembalikan fisik dan psikis ikan yang stress selama proses kontes termasuk saat wira wiri di jalan menuju tempat kontes PP, nah ini yang sering terlupa oleh teman-teman peserta kontes, melihat ikan dalam kondisi sehat dan langsung nyemplung kolam utama lagi.
  • Kondisi persiapan dijual: tujuannya untuk mengondisikan ikan dalam posisi yang sulit dan bebas dari pakan sehingga tidak terjadi bom amoniak selama perjalanan ke tempat buyer atau pemenang lelang.
Jadi yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah karantina tidak hanya untuk ikan yang sakit saja ya gaes
Oke, sudah bisa lanjut sesuai judul ya gaes
Here we go, berikut ini Prosedur Operasional Standar untuk karantina ikan koi by KiGoi:

Bahan:

  • Tempat (wadah) karantina yang nyaman, catatan: bisa berupa Bak Fiber, VAT, atau Aquarium. Tempat karantina harus sesuai dengan kapasitas jumlah dan besar nya ikan ya, harus proporsional, panjang dan lebar nya minimal 3X dari panjang ikan ya, jangan sampai terlalu padat merayap juga untuk jumlah ikan yang akan di karantina.
  • Wadah khusus tersendiri (opsional), catatan: sebagai tempat untuk memberikan treatment khusus sebelum ikan masuk wadah karantina, dengan melihat kondisi apakah ada indikasi ikan sakit/kutuan/jamuran/dll.
  • Penutup tempat karantina, catatan: usahakan berupa jaring atau kain waring lengkap dengan tali/karet atau penjepit nya agar pergantian udara lancar dan bisa dilihat tanpa harus buka tutup Penutupnya, jangan berupa tutup yang keras dan kasar karena akan mengakibatkan kepala ikan akan terbentur dan baret jika terdapat upaya loncat dari si ikan.
  • Filter, catatan: filter ini diperuntukkan untuk tempat karantina yang tidak dilengkapi dengan filter ya, jadi harus menggunakan filter eksternal. Termasuk media filter nya ya, media yang simple saja, japmat, drakon, bioball atau batu apung pun tidak masalah. Luas filter yang disarankan 30% dari luas wadah karantina ya.
  • Air baru, catatan: sebisa mungkin jangan pakai air PAM/PDAM ya, karena kandungan air saat ini (current condition) yang akan digunakan untuk karantina kita tidak tahu komposisi nya, kecuali teman-teman dapat melakukan tes air PAM/PDAM tersebut berapa kandungan kaporit dan zat lain yang berbahaya bagi ikan. Jika air berasal dari air sumur yang coklat karena banyak kandungan zat besinya, sebaiknya disaring dalam filter (rumahan) yang terdapat karbon/arang nya dulu ya.
  • Pompa Udara (Airator), catatan: harus sesuai dengan kapasitas air dalam bak fiber, jangan terlalu kegedean, jangan terlalu kekecilan semburan udara nya. Kapasitas pompa udara yang disarankan 60-80% aliran/tekanan udara (air flow) dalam satu jam, misalnya untuk wadah 1.000 liter gunakan pompa udara dengan kapasitas air flow 600 - 800 liter/jam.
  • Pompa air, catatan: sama dengan airator, harus sesuai dengan kapasitas air dalam bak fiber, jangan terlalu kegedean, jangan terlalu kekecilan tarikan air nya ya. Kapasitas pompa air yang disarankan 4-5X sirkulasi volume air (QMax) dalam satu jam, misalnya untuk wadah 1.000 liter gunakan pompa udara dengan kapasitas 4.000 - 5.000 liter/jam.
  • Obat-obatan, catatan: jika diperlukan saja ya, lihat kondisi ikan, jika stamina masih prima, tidak perlu obat-obatan, jika dalam perjalanan jauh, minimal obat anti stress dan multivitamin.
  • Heater (Pemanas/pengatur suhu), catatan: jika diperlukan saja ya, yang menjadi perhatian adalah untuk tempat tinggal teman-teman saja, apakah di daerah dingin apa di daerah panas, tujuan heater ini untuk menjaga suhu tempat karantina agar sesuai dengan suhu ideal tempat hidup ikan koi yang nyaman.


Cara Melakukan:

  • Cuci tempat karantina tersebut dengan air baru, pastikan tidak ada bau zat kimia, terutama kalau tempat karantina tersebut baru dibeli, disarankan menggunakan sabun pencuci piring yang ramah terhadap ikan.
  • Isi tempat karantina dengan air baru 50%-60% dari volume wadah.
  • Biarkan air tersebut di tempat karantina selama minimal 1 hari sebelum ikan masuk untuk proses pengendapan, terus bagaimana dengan air baru tersebut yang diambil dari toren atau tandon air? kan sudah mengalami pengendapan! Iya tetap lakukan pembiaran air baru tersebut walaupun sudah mengendap di toren berhari-hari, karena disini tempat karantina nya bukan toren melainkan wadah khusus.
  • Nyalakan pompa udara (airator) selama minimal 1 hari sebelum ikan masuk untuk proses oksidasi.
  • Nyalakan pompa air selama minimal 1 hari sebelum ikan masuk untuk proses sirkulasi air karantina.
  • Fungsikan filter dan media filter dengan baik selama minimal 1 hari sebelum ikan masuk untuk proses penyaringan kotoran kecil dan sterilisasi media filter.
  • Nyalakan heater dengan suhu yang sama dengan suhu kolam saat ini, jika dirasa ikan ada indikasi sakit, setting heater pada suhu 30 derajat celcius, minimal 1 hari sebelum ikan masuk untuk menstabilkan suhu air karantina.
  • Apungkan kantong ikan yang baru datang, hal ini harus melihat situasi dan kondisi ikan ya, kalau dia sudah ada di perjalanan lebih dari 24 jam, wajib ganti oksigen dulu sebelum diapungkan, jika dibawah 24 jam, bisa langsung apungkan.
  • Biarkan mengapung selama 30-45 menit di tempat karantina dengan tujuan untuk menyamakan temperatur air di kantong dengan di wadah karantina.
  • Buka kantong dan masukkan ikannya saja ke dalam bak karantina, apakah air di kantong boleh dimasukkan? lihat kondisi airnya ya, kalau air masih bagus (biasanya kirim jarak dekat) dan tidak ada cairan/obat apapun, boleh dimasukkan, cara memasukkannya begini, buka kantong, masukkan air dari wadah karantina ke kantong ikan sedikit demi sedikit sampai kantong penuh, kemudian biar ikan keluar sendiri dari kantong nya.
  • Jika ada indikasi ikan sakit/kutuan/jamuran, maka lakukan prosedur opsional dengan menyelupkan ikan terlebih dahulu ke wadah khusus yang sudah diberikan obat treatment sebelum dimasukkan ke wadah karantina.
  • Larutkan garam khusus ikan yang bebas yodium dengan takaran dosis 0.1 - 0.2%, cara menghitung dosis nya adalah 100-200 gram garam untuk kapasitas 100 liter air karantina kemudian larutkan terlebih dahulu di ember tersendiri dengan cukup air (kalau bisa pakai air hangat) dan tuang sedikit-sedikit ke bak karantina setelah air kembali dingin. Jika diperlukan, bisa ditambahkan obat biru atau biasa disebut sebagai zat aktif methylene blue dengan dosis 1 gram untuk 1000 liter air karantina. Apakah garam dan obat biru bisa dipakai bersamaan? Bisa gaes! Yang menjadi catatan: jangan campur garam dengan PK!
  • Lihat perkembangan ikan selama masa karantina, sebisa mungkin sesering mungkin, minimal sehari 3 kali ya gaes, apabila ikan banyak diam dan air berubah menjadi keruh, bau amis, berbusa, maka lakukan pergantian air dengan air baru yang sudah diendapkan seperti langkah diatas ya. Ganti air sebesar 50% dari kapasitas wadah karantina, yang menjadi catatan: saat pergantian air tersebut gunakan selang dan selangnya sampai masuk ke air sehingga tidak menimbulkan pancuran baru selain dari pompa, jadi mirip seperti saat dripping kolam, jangan gunakan gayung atau selang yang menimbulkan pancuran baru yang akan mengakibatkan stress kedua bagi ikan.
  • Jika ikan masih masuk kriteria belum fit 100%, masukkan kembali garam dan obat biru sesuai kapasitas air yang diganti, sehingga dosis nya hanya setengah dari yang pertama. Jika ikan sudah dalam kondisi sehat 100% dan aktif bergerak, tidak perlu menambahkan garam dan obat biru. Serta pergantian air dapat dilakukan setiap sehari sekali sebanyak 30% dari kapasitas wadah karantina yang terisi.
  • Pada hari ke-5 karantina, cek apakah ada penyakit/kutuan/jamuran pada ikan atau tidak, jika tidak maka semua obat dan garam dihentikan total dan dilanjutkan pergantian air baru setiap hari sebanyak 30% dari kapasitas wadah karantina yang terisi.
  • Pada hari ke-10 karantina, cek apakah ikan bergerak aktif atau tidak, jika aktif, lakukan uji coba pemberian pakan. Berikan beberapa butir pelet apung untuk menguji ikan sudah sehat dan siap dilepas ke kolam. Yang menjadi catatan: jumlah pelet hanya maksimal 1 ekor ikan dapat 3 butir saja, jangan kebanyakan! Atau bisa juga dengan menguji ikan dengan metode hand feeding, jika berani hand feeding berarti ikan siap nyebur kolam pada hari berikutnya. Jika ikan tidak mau hand feeding, coba lemparkan saja pelet apung tersebut di wadah karantina, kemudian tinggalkan, cek 30 menit kemudian, jika dimakan, maka ikan masuk kategori sehat, terkadang ikan takut makan karena stress perjalanan dan stress tempat karantina, apalagi kalau ikan di karantina sendiri tanpa ditemani ikan lain.
  • Normal nya pada hari ke-14 ikan siap dilepas ke kolam, tetapi jika ikan menunjukkan kondisi sehat dan aktif seperti diatas, ikan bisa masuk kolam pada hari ke-11.
Perhatian:
  • Selama karantina, ikan dipuasakan total ya, kecuali saat tes pemberian pakan sebelum masuk kolam untuk melihat apakah ikan sudah sehat dan aktif kembali belum. Saat masuk ke kolam pertama kali, usahakan semua ikan di kolam puasa dulu minimal 1 hari ya.
  • Jika suhu kolam dan suhu wadah karantina berbeda, maka sebelum masuk kolam, samakan suhu wadah karantina dengan suhu kolam dengan penambahan suhu per hari maksimal 1 derajat celcius ya.
  • Obat-obatan yang diberikan harus sesuai dengan penyakitnya ya, jangan asal kasih obat saja, tidak mungkin kan kita kasih obat panu, sedangkan dia sakit hati, #eh


Oiya video prosedur karantina sudah saya upload di Youtube Channel KiGoi ya, subscribe ya untuk melihat details nya, dijamin GRATIS TIS, berikut ini link nya (klik icon)



Demikian semoga bermanfaat
enjoy sharing
Koi untuk Persahabatan
Salam,
KiGoi: ada koi, ada kopi

Post a Comment for "Standard Operating Procedures (SOP) Karantina Ikan Koi by KiGoi"

Berlangganan via Email