Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Please Support Us

Biar tidak malapraktik, ini cara karantina ikan koi yang benar!


Biar tidak malapraktik, ini cara karantina ikan koi yang benar!

Teman teman pasti pernah melakukan karantina ikan koi kesayangan, entah karena ikan koi kesayangan lagi sakit atau lagi ada wabah penyakit di kolam sehingga ikan koi harus terpaksa diangkat dari kolam, atau untuk tujuan lain. Terkadang kita melakukan karantina ikan koi dengan peralatan seadanya, atau fatal nya kita melakukan karantina dengan metode yang asal asalan sehingga bukan membuat ikan koi menjadi sehat tetapi malah menyebabkan ikan koi kesayangan kita mati. Yang perlu diingat dan dicatat adalah karantina itu seperti kita manusia yang sedang perawatan di rumah sakit, jadi usahakan seolah olah ikan koi adalah manusia sehingga perawatan dan penanganannya akan menjadi tepat guna.
Jika ingin membaca tentang treatment apa saja yang perlu di saat cuaca esktrem atau pancaroba bisa klik disini.

Alasan Karantina

Nah sebelum benar benar melakukan karantina ikan koi, kita harus tahu betul kapan ikan koi dilakukan karantina, jangan sampai hanya karena sakit panu kemudian dibawa ke UGD Rumah Sakit, sehingga treatment nya akan tepat sasaran.
Berikut ini beberapa alasan ikan koi kita lakukan karantina:

  • Ikan koi baru pertama kali datang dari tempat penjual. Ini mutlak dilakukan untuk mencegah penyakit yang menempel di badan ikan koi yang baru menular ke badan ikan koi yang lama yang ada di kolam. Selain itu juga untuk adaptasi habitat baru si ikan koi baru dengan lingkungan nya yang baru nanti, mulai dari air nya, sampai dengan lingkungan di sekitar nya. Untuk itu usahakan tempat karantina dekat dengan kolam dimana habitat ikan koi baru ini tumbuh dan berkembang. Tujuan dilakukan karantina sebelum ikan koi masuk ke kolam yaitu untuk menjaga ikan koi yang baru tersebut terbebas dari penyakit yang dibawa dari habitat asalnya bisa berupa jamur atau bakteri yang dapat menular kepada ikan koi lama yang ada dikolam.  Walaupun ikan koi yang kita beli dalam keadaan sehat atau ada jaminan penjualnya sudah dikarantina sebelumnya dengan prosedur yang benar, kita tetap wajib melakukan karantina kembali karena penyakit bisa timbul akibat kondisi air yang terbatas selama proses perjalanan on the way, apalagi jika proses pengiriman memerlukan waktu lebih dari 12 jam. Langsung menaruh ikan koi ke kolam tanpa karantina dapat menyebabkan ikan koi yang baru kita beli mengalami stress yang kadang bisa mengakibatkan kematian karena tujuan karantina yang benar adalah proses adaptasi untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang baru.
  • Ikan koi mau dijual sehingga harus di karantina untuk menyiapkan pengiriman ikan selama di perjalanan.
  • Ikan koi yang mau turun ke kontes atau show, sehingga kebutuhan nutrisi untuk menaikkan warna tertentu membutuhkan karantina tersendiri.
  • Ikan koi yang karena sakit sehingga harus diangkat dari kolam dan di karantina untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan prosedur penanganan hewan sakit.
  • Ikan koi yang masuk sesi pemotretan, #eh , maksudnya ikan yang akan dipajang untuk dijadikan model, biasanya ini untuk acara Keeping Contest (KC)

Sarana dan Prasarana yang diperlukan

Sarana yang diperlukan:
Berikut ini sarana yang harus teman teman siapkan untuk dapat melakukan karantina ikan koi:

  • Aquarium atau bak Ukur atau bak khusus karantina. Dapat menggunakan bak berukuran minimal 100X50X50 (dalam cm) atau bak dengan volume 250 – 500 liter dengan menyesuaikan jumlah dan ukuran ikan, jangan menggunakan bak yang terlalu kecil dan terlalu besar, karena jika terlalu kecil ikan tidak akan leluasa bergerak selama pengobatan, dan jika terlalu besar ikan tidak fokus untuk pengobatan sehingga menyebabkan ikan stress dan mudah terserang penyakit baru. Jangan lupa kalau bak karantina harus dilengkapi dengan lubang kuras.
  • Pompa air untuk sirkulasi air di bak yang mempunyai peran untuk terus memberikan pasokan oksigen yang cukup ke dalam air melalui filter. Pompa dihidupkan selama proses karantina.
  • Filter untuk menahan kotoran atau jamur yang terangkat oleh air, sebaiknya menggunakan filter mekanis dan biologis untuk hasil yang maksimal dengan catatan filter biologis harus dilengkapi saluran bypass agar tidak terkontaminasi oleh obat-obatan yang diberikan selama proses karantina dan setelah selesai karantina, filter biologis tersebut harus benar benar dibersihkan maksimal atau dalam kata lain di restart dari 0.
  • Heater atau penghangat suhu air, ini digunakan untuk mempertahankan suhu pada pengaturan minimal 27 C
  • Jaring atau net penutup bak karantina. Jaring ini digunakan untuk mencegah ikan lompat dari bak karantina, selain itu juga untuk mencegah adanya kotoran dari luar akan yang masuk ke bak karantina misalnya daun, debu, dll.
  • Pompa Udara atau aerator ini penting untuk memberikan pasokan oksigen terlarut dalam air yang berasal dari dalam air, karena kebiasaan ikan yang sakit adalah ingin mojok dan berada di dasar bak karantina sehingga dengan adanya aerator ini akan memacu ikan koi untuk bergerak aktif.
  • PH Tester atau Alat ukur parameter air lainnya untuk mengecek kandungan zat yang terkandung dalam air di bak karantina.

Prasarana yang diperlukan:

  • Garam Ikan
  • PK
  • Obat anti jamur, bakteri, parasit/kutu, dan sejenisnya

Prosedur Karantina Yang Benar

Berikut ini prosedur karantina yang benar, sudah saya urutkan dan berikan nomor, lakukan prosedur dibawah ini urut dan jangan sampai ada yang terlewat ya:

  1. isilah bak karantina dengan air sumur, dengan volume maksimal sampai ikan bisa berdiri tegak atau 5cm dibawah batas tinggi bak karantina.
  2. tempatkan filter pada posisi yang tidak mengganggu gerakan ikan koi
  3. aturlah peletakan pompa air pada sudut bak karantina
  4. tempatkan heater pada posisi yang tidak menghalangi pergerakan ikan koi
  5. aturlah peletakan batu aerasi yang sudah tersambung selang ke pompa udara pada bagian tengah bak karantina
  6. nyalakan pompa air, pompa udara, dan heater pada pengaturan standar yang telah ditentukan.
  7. tuangkan garam ikan sebanyak 0,1% dari volume air ke dalam bak karantina.
  8. tuangkan obat anti jamur, bakteri, parasit/kutu, dan sejenisnya sesuai petunjuk penggunaan di kemasan bungkusnya ke dalam bak karantina.
  9. untuk hasil yang maksimal, rendam ikan koi dengan PK selama 1 menit setelah diangkat dari kolam dan sebelum masuk ke bak karantina.
  10. masukkan ikan koi ke dalam bak karantina dengan menggunakan tangan, sebisa mungkin jangan menggunakan serok angkat ikan biasa, minimal dengan serok khusus handling.
  11. tutuplah bak karantina dengan jaring penutup atau net cover, utamakan jaring cover yang terdapat karet di pinggir jaring agar dapat diikat pada pinggir bak karantina.

Hal hal Yang Perlu Diperhatikan!

Selain prosedur karantina di atas, ada beberapa point penting yang harus teman teman perhatikan terkait proses karantina ikan koi yang baik dan benar yaitu sebagai berikut:

  • jangan memberikan pellet pakan selama proses karantina.
  • ganti air selama 3 hari. Setelah 3 hari pengobatan dengan obat terpilih lanjutkan karantina dengan obat 50% dari yang disarankan, atau sesuai dengan resep, misalnya dengan memakai siklus hari pertama karantina kasih obat, hari ketiga ganti air plus kasih obat lagi, kemudian hari keenam ganti air dan kasih obat lagi, kemudian hentikan pemberian obat di hari keenam, lihat perkembangan.
  • periksa ikan koi setiap hari secara teliti dan menyeluruh dari permukaan badan ikan koi sampai ke ekor, jika ditemui ketidakberesan atau tanda terserang penyakit berikan obat yang sesuai dengan dosis yang disarankan.
  • awasi perkembangan secara intensif dari hari ke hari sampai proses karantina selesai.
  • jika ikan koi sudah kelihatan lincah dan berenang normal, lakukan testing berikan makan pellet beberapa butir, jika dimakan dengan lahap, itu tanda tanda ikan koi kesayangan kita sudah sembuh dari penyakit
  • jika proses karantina dianggap selesai, dalam artian ikan koi sudah bergerak lincah dan makan lahap, sebelum ikan dipindah kekolam, lakukan treatment dengan pemberian obat anti parasite atau kutu, bisa memakai PK sesuai dengan takaran 0.5gram per 1 ton volume air.
  • ikan koi hasil karantina siap dimasukkan ke dalam kolam dan jangan lupa tetap lakukan pengamatan terhadap perilakunya selama 1 minggu kedepan, jika ada ketidakberesan lagi segera angkat kembali dan lakukan karantina lebih lanjut.
  • untuk hasil terbaik, proses karantina dilakukan minimal selama seminggu tergantung dengan kecepatan recovery ikan koi itu sendiri
  • jika masa karantina sudah selesai tetapi ikan koi belum sehat, beri waktu tambahan 1 minggu kedepan, jangan sekali kali memaksa memasukkan ikan koi yang tidak sehat ke dalam kolam karena akan berdampak pada ekosistem kolam yang sudah stabil.

Oiya saya sudah membuat video Standard Operating Procedure (SOP) karantina ikan koi di Youtube Channel KiGoi, cek ke TKP dengan klik icon berikut ini ya, dijamin GRATIS TIS


semoga bermanfaat
enjoy sharing
Koi untuk Persahabatan
Salam,
KiGoi: ada koi, ada kopi

Post a Comment for "Biar tidak malapraktik, ini cara karantina ikan koi yang benar!"

Berlangganan via Email